Berita ISBI Bandung

Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung melaksanakan Upacara Wisuda tahun 2018. Sebanyak 174 mahasiswa terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, yaitu Diploma-III, Sarjana Terapan Seni (D-IV), Sarjana (S1), dan Program Magister Pascasarjana (S2) ISBI Bandung. Para mahasiswa yang mengikuti upacara wisuda tahun 2018 dinyatakan lulus dengan dilantik langsung oleh Rektor ISBI Bandung Dr. Hj. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum. Acara yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Sunan Ambu ISBI Bandung, dihadiri oleh para Anggota Senat dan Guru Besar ISBI Bandung, perwakilan dari Kemenristekdikti,  para tenaga pendidik dan kependidikan ISBI Bandung, para Dewan Penyantun ISBI Bandung, para seniman dan budayawan, serta keluarga para wisudawan dan tamu undangan.

 

Pada rangkaian Upacara Wisuda ISBI Bandung tahun 2018 ini, terdapat penampilan Tari Caruban Sari sebagai bentuk tari persembahan. Setelah para mahasiswa telah resmi dilantik dan dinyatakan lulus oleh Rektor ISBI Bandung, kemudian ada sesi acara Sawer oleh Dr. H. Yus Wieadiredja, S.Kar., M.Hum.

Selain itu, pada tahun ini terdapat rangkaian acara yang berbeda dengan upacara wisuda pada tahun-tahun sebelumnya, yaitu terdapat sesi acara orasi ilmiah. Pembicara dalam sesi orasi ilmiah tersebut adalah Dr. Suryadi, MA. yang berprofesi sebagai dosen di Universiteit Leiden, Belanda. Judul dalam orasi ilmiah tersebut adalah “Kesenian Indonesia: Identitas Nasional dan Industri Budaya”. Melalui judul tersebut, ia ingin memfokuskan pembahasan mengenai kesenian Indonesia yang meupakan identitas bangsa dan sebagai asset kebudayaan yang seharusnya bisa dikelola dengan semaksimal mungkin agar bisa dijadikan salah satu industri budaya untuk memberikan kesejahteraan kepada para pekerja seni khususnya dan masyarakat luas pada umumnya yang pada gilirannya tentu akan menjadi sumber pemasukan bagi negara.

Serupa dengan hal tersebut, Dr. Suryadi berpendapat bahwa lulusan ISBI Bandung harus bisa mengaplikasikan ilmu mereka di sektor pariwisata dan di sektor-sektor lain yang relevan. Para pakar seni, baik dalam arti penciptaan maupun penelitian, harus duduk bersama dengan para entreperenur pariwisata dan regulator (pemerintah) dalam merancang dan mengembangkan destinasi-destinasi wisata yang terintegrasi dengan objek-objek wisata yang memanfaatkan potensi kesenian, baik yang tradisional maupun yang modern dan inovatif.

“ISBI Bandung perlu jadi contoh sebagai salah satu institusi yang bisa menciptakan lulusan-lulusan yang mumpuni dibidangnya. ISBI Bandung juga seharusnya bisa aktif untuk menjadi bank data seni budaya Indonesia, baik itu yang tradisional maupun kreasi-kreasi baru. ISBI Banduntg juga terbilang produktif dalam mempublikasikan karya-karya ilmiah, oleh karena itu tidak ada salahnya jika konteks garapannya bisa diperluas lagi dari sekedar wilayah kebudayaan Tatar Sunda,” kata Dr. Suryadi.

 

Diharapkan para lulusan ISBI Bandung bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapat selama kuliah di lingkungan yang lebih luas yaitu masarakat, dan bisa meningkatkan potensi-potensi yang ada di masarakat. Selain itu juga, para lulusan ini diharapkan dapat menjadi individu yang mempunyai daya saing di bidang seni dan budaya, baik di tingkat nasional maupun internasional.*** (Humas ISBI Bandung/Agung)

 

Pencarian

Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana dibidang Seni dan Budaya.

Jl. Buah Batu No. 212 Bandung 40265
Telp. (022)-7314982, 7315435; Fax. (022) - 7303021
Laman http://www.isbi.ac.id ; Email isbi@isbi.ac.id 

 

Pascasarjana


Fakultas Seni Pertunjukan

  • Seni Tari
  • Seni Karawitan
  • Seni Teater
  • Seni Musik Bambu

Fakultas Seni Rupa dan Design

  • Seni Rupa Murni
  • Kriya Seni
  • Rias dan Busana

Fakultas Budaya dan Media

  • Antropologi Budaya
  • Film dan Televisi

Biro Akademik dan Umum

SIMPT