Berita ISBI Bandung

Memperingati Dies Natalis 50 Tahun, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menggelar rangkaian acara dengan mengangkat tema Berbagai Budaya Jawa Barat dan Nusantara dalam Bayangan dan Mandala: “ISBI Bandung Keur Tatar Sunda jeung Nusantara”, yang digelar pada 5-7 Oktober 2018.

Berbagai macam rangkaian acara digelar serta dikemas dengan konsep artistik “Citarum Harum” yang diprakarsai oleh Dr. Mohammad Zaini Alif sebagai Penanggung Jawab Acara dan Artistik. Pada gelaran dies natalis tahun ini, tim artistik mengutamakan penggunaan konsep kriya produk kearifan lokal yang berhubungan dengan sungai. Dalam kesempatan kali ini, Zaini Alif mengusung konsep artistik “Citarum Harum” sebagai bentuk dukungan terhadap program yang sedang digaungkan oleh pemerintah dan masyarakat, mengingat kepekaan para seniman mengenai pentingnya peran Sungai Citarum dalam sosial masyarakat.

“Hubungan antara seni dan Sungai Citarum itu kuat sekali, terutama kaitannya dengan seni rupa. Jadi melalui konsep artistik ini mencoba untuk mengetuk masyarakat yang datang kesini untuk bersama mendukung dalam mengembalikan sungai kepada habitat aslinya. Ini juga merupakan sasmita atau sindiran halus yang merupakan ajakan bagi masyarakat mengenai kaitannya dengan kondisi Sungai Citarum,” kata Zaini.

 

Hal tersebut terlihat pada gelaran acara yang memamerkan ratusan Bubu (alat penangkap ikan tradisional-red) dengan jumlah dan skala ukuran yang berbeda-beda. Selain bubu juga ada Posong, Ayakan, dan Sirip sebagai alat-alat yang digunakan dan identik berkaitan dengan sungai.

Mengenai konsep acara dalam peringatan Dies Natalis 50 Tahun, Rektor ISBI Bandung Dr. Hj. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum. menjelaskan bahwa pada tahun emas ini digelar rangkaian acara dengan beberapa hal yang berbeda dari biasanya. Dengan mengusung konsep artistik Citarum Harum merupakan bentuk dukungan terhadap program yang sedang gencar-gencarnya digalakan oleh pemerintah.

“ISBI Bandung mencoba untuk berpartisipasi dalam program Citarum Harum ini. Kita akan merespon melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Jika contoh yang luar biasa seperti Kang Tisna Sanjaya yang membuat lukisan-lukisan di Citarum, mungkin nanti ada model lain untuk kita seperti penyuluhan kepada masyarakat dengan cara pertunjukan seni, itu insya Allah ada programnya,” lanjut Rektor ISBI Bandung menjelaskan.

Berbagai rangakaian acara peringatan setengah abad ISBI Bandung dimulai dengan acara ISBIAN GAMES pada hari pertama. Acara tersebut melibatkan seluruh  warga ISBI Bandung seperti tenaga pendidik dan kependidikan, mahasiswa, dan darmasiswa dalam perlombaan Gotong Goong, Sepeda Halang Rintang, Lari Berbusana Tradisional, dan Angkat Ancak. Kemudian pada malam harinya digelar pertunjukan Wayang Golek dari Putra Giri Harja 3 dengan dalang Dadan Sunandar Sunarya serta Sule Prikitiw sebagai bintang tamu.

Lalu pada hari berikutnya, digelar Upacara Sidang Senat Terbuka dan Orasi Budaya dari Anggota Komisi X DPR-RI Ferdiansyah, SE, MM., yang membahas mengenai Wacana Pemajuan Kebudayaan. Setelah itu acara dilanjutkan dengan kegiatan Pemecahan Original Rekor Indonesia (ORI) mengenai Permainan Sarung Terbanyak yang melibatkan siswa-siswi sekolah dasar SDN Cijagra 119 dan anak-anak panti asuhan dari Yayasan Amanah Bunda. Sebagai bentuk rasa syukur, ISBI Bandung juga menggelar acara Berbagi Kebahagiaan melalui seni budaya bersama anak-anak panti asuhan dan masyarakat dengan membagikan seribu Kojong, yaitu kemasan makanan khas yang berasal dari Kampung Dukuh, Cikelet, Garut. Kemudian dilanjut dengan menggelar Parancah Budaya yang merupakan helaran seni budaya rakyat yang mampu menyita perhatian masyarakat sekitar lingkungan ISBI Bandung. Malam harinya terdapat acara Pemutaran Film karya Mahasiswa dan Dosen dari Fakultas Budaya dan Media ISBI Bandung.

Pada hari terakhir peringatan dies natalis ini menjadi satu ajang silaturahmi bagi para alumni melalui acara Tepang Sono bagi Alumni KORI, ASTI, STSI, dan ISBI Bandung. Pada peringatan tahun emas ISBI Bandung bertepatan dengan momen 80 tahun seorang tokoh yang ikut serta mendirikan KORI (sekaran ISBI Bandung), yaitu Saini KM. Maka sebagai bentuk penghargaan, ISBI Bandung menggelar 80 Tahun Saini KM: Guru, Humanis, Inspirator.

Ketua Pelaksana Dies Natalis 50 Tahun ISBI Bandung Dr. Arthur S. Nalan, S.Sen., M.Hum., berpendapat bahwa sosok Saini KM Merupakan salah satu sosok yang berperan besar dalam pemajuan kebudayaan Indonesia.

“Melalui acara 80 Tahun Saini KM, merupakan suatu penghargaan terhadap seorang guru, motivar, yang menginspirasi banyak orang. Di usianya yang telah menginjak usia 80 tahun, Saini KM yang telah menjadi tuturus bagi banyak orang sangatlah layak untuk mendapat penghormatan dengan sebuah penghargaan,” ucap Arthur.

Acara malam penghargaan tersebut meliputi gelar kesenian karya Saini KM dan karya seniman lainnya, kemudian peluncuran buku “80 Tahun Saini KM: Menapak dan Meninggi” yang ditulis oleh Dr, Endang Caturwati, dkk. Menurut Ketua Tim Relawan 80 Tahun Saini KM Hermana MT, acara ini melibatkan beberapa kelompok seni dan seniman, diantaranya: Teater Awal Bandung, Lena Guslina, IA ISBI Banten, Magican’s, Japa Ethnic Art (Oga Wilantara), Pantomim (Duo Mime), Jaipongan (Supukaba), Djaleuleu Percussion, Jetreng Jamret  Milenia (Iik Setiawan), Monolog (Nur Rahmat SN-Teater Alit Jakarta), Musik Rusli Keleeng, Rigas Studio (Rosikin), Gondo Art Production, Longser Antar Pulau, Ega Robot Ethnic Percussion (Ega Robot), Datam Dance Company, Padepokan Daeng Udjo, Monolog (Teater Alibi), Baca Puisi (Yesmil Anwar), DMT (Cep Gorbachep), Ferry Curtis, Malire, Acil Bimbo, Jingga Buana, Putri Pamayang, Tisna Sanjaya, Joko Kurnaen, Toonel Bandung, Bandoengmooi, dan lain-lain.

 

“Tema yang di usung adalah 80 Tahun Saini KM: Guru, Humanis dan Inspirator. Tema ini pun sebagai pengingat bahwa Saini KM tidak hanya melahirkan karya besar, dibalik itu ia juga seorang pendidik. Buah pikirannya banyak meinspirasi dan lewat tangannya terlahir seniman teater dan sastrawan besar yang sampai saat ini turut menghidupkan khazanah budaya Indonesia. Aura kesederhanaan dan kesantunan terpancar dari sosok Saini KM yang menjadi suri tauladan bagi penggiat seni dan birokrat tempat ia mengabdi,” pungkas Hermana.*** (Humas ISBI Bandung/Agung)

Pencarian

Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana dibidang Seni dan Budaya.

Jl. Buah Batu No. 212 Bandung 40265
Telp. (022)-7314982, 7315435; Fax. (022) - 7303021
Laman http://www.isbi.ac.id ; Email isbi@isbi.ac.id 

 

Pascasarjana


Fakultas Seni Pertunjukan

  • Seni Tari
  • Seni Karawitan
  • Seni Teater
  • Seni Musik Bambu

Fakultas Seni Rupa dan Design

  • Seni Rupa Murni
  • Kriya Seni
  • Rias dan Busana

Fakultas Budaya dan Media

  • Antropologi Budaya
  • Film dan Televisi

Biro Akademik dan Umum

SIMPT