Info FBM

Antusiasme dan sumringah terpancar dari wajah para mahasiswa baru angkatan 2019 Jurusan Antropologi Budaya Fakultas Budaya Media (FBM) Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Senin petang (11/11/2019) di Gedung Olahraga Serbaguna (GOS) Patanjala ISBI Bandung. Mereka telah secara resmi menjadi bagian dari Rawayan Mahasiswa Program Etno Studi yang lebih dikenal dengan sebutan Rampes. Peresmian ditandai dengan diselenggarakannya acara inagurasi yang bertajuk “Gaya Ku Basa, Beunghar Ku Budaya”. Acara terselenggara atas buah pikiran dan jerih keringat mahasiswa angkatan 2019 yang mereka namai dengan angkatan Awighnam Astu dan Sauqi Octariza sebagai Ketua Angkatan 2019 sedangkan acara inagurasi dikomandoi oleh M. Ziovi Zukunft Addakhil.

“Materi malam inagurasi ini sangat menarik dan saya sangat mengapresiasi kreatifitas kalian serta terjalinnya hubungan yang baik dan harmonis antara adik dengan kakak tingkat sehingga diharapkan kalian bisa lulus dengan jumlah yang sama ketika kalian masuk pertama kali ke sini dengan menyeimbangi perkuliahan dan kegiatan Rampes”, ucap Dr. Sri Rustiyanti, S.Sen., M.Sen. dalam sambutannya selaku Dekan FBM.

“Tema yang diangkat pada malam ini dari keinginan menggaungkan kembali kebanggaan akan bahasa daerah kita sendiri, bagaimana sopan santun kita ketika berbahasa daerah  kepada yang lebih muda, sebaya dan yang lebih tua, dan bangga bergaya dengan kebudayaan dan kesenian yang kita miliki sehingga diharapkan kalangan muda tidak perlu malu ketika menggunakan bahasa daerah dan memperbaiki bahasa Indonesia”, jelas Annisa Rosiana selaku artistik acara inagurasi ini.

“Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing” imbuh Dr. Sri Rustiyanti

  • Awighnam Astu: “Gaya Ku Basa, Beunghar Ku Budaya”
  • Awighnam Astu: “Gaya Ku Basa, Beunghar Ku Budaya”
  • Awighnam Astu: “Gaya Ku Basa, Beunghar Ku Budaya”
  • Awighnam Astu: “Gaya Ku Basa, Beunghar Ku Budaya”
  • Awighnam Astu: “Gaya Ku Basa, Beunghar Ku Budaya”
  • Awighnam Astu: “Gaya Ku Basa, Beunghar Ku Budaya”

Dari segi kebudayaan, Awighnam Astu mempertunjukkan beberapa lirik lagu tradisional dan kaulinan barudak (mainan anak-anak tradisional) seperti congklak, kaleci, pletokan, sapitrong karet, dan layangan. Hal ini didasari oleh fenomena anak-anak zaman sekarang yang lebih mengenal dan memilih gadget dengan situs web berbagi video dan game online-nya. Mereka juga menyediakan bazar makanan tradisional seperti onde-onde, awug, ali agrem, dan gulali ayam.

Ketika kita masuk ke GOS Patanjala, kita harus melewati lorong yang dihiasi dengan lampu neon hijau yang memajang beberapa potret kunjungan studi lapangan mahasiswa angkatan 2019 pada 23 Oktober 2019 ke Kampung Adat “Cikondang” dan Kampung Adat “Naga” seperti Wuku Taun yang merupakan ritual Kampung Adat Cikondang untuk menjaga silaturahmi yang dipimpin oleh kuncen untuk berdoa, Tumpeng Lulugu sebagai makanan yang hanya ada saat ritual Wuku Taun saja yang terdiri dari 3 (tiga) tumpeng dengan menggunakan jenis beras dan ayam yang berbeda, dan potret Abah Anom Juhana yang merupakan sesepuh yang menjadi kuncen di Kampung Adat Cikondang. Sedangkan Kampung Adat “Naga” mereka mempertunjukkan potret antara lain Tugu Kujang Pusaka, dan Tatang Sutisna yang menjadi pemandu jalan yang ada di sana. Kemudian kita diingatkan kembali dengan mainan tradisional “Egrang Batok Kelapa” yang dipajang diakhir lorong. 

Malam inagurasi diisi dengan diskusi kebahasaan yang mengundang Riki Nawawi (Sastrawan Sunda) dan Tama Randy (Stand Up Comedian) sebagai narasumber dengan Alfi Rizky sebagai moderator.  Diskusi ini membahas seputar bahasa daerah dan kebudayaan daerah yang mulai luput dan dilupakan masyarakat khususnya kalangan muda saat ini yang lebih memilih kebudayaan dari luar dan bagaimana sikap yang harus diambil kalangan muda dalam menghadapi hal tersebut.

Acara juga disemarakan dengan penampilan Guest Star “Maws & Wang. Tak kalah dari itu, Kite As A War Grates, Titik Imagi, Pasukan Perang, Sundanese Children dan Pantun Sunda, serta Orkes Dangdut Saripohatji juga ikut memeriahkan malam yang bersejarah bagi Awighnam Astu.

 

 

Pencarian

Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana dibidang Seni dan Budaya.

Jl. Buah Batu No. 212 Bandung 40265
Telp. (022)-7314982, 7315435; Fax. (022) - 7303021
Laman http://www.isbi.ac.id ; Email isbi@isbi.ac.id 

 

Pascasarjana


Fakultas Seni Pertunjukan

  • Seni Tari
  • Seni Karawitan
  • Seni Teater
  • Seni Tari
  • Seni Tari Sunda

Fakultas Seni Rupa dan Design

  • Seni Rupa Murni
  • Kriya Seni
  • Rias dan Busana

Fakultas Budaya dan Media

  • Antropologi Budaya
  • Film dan Televisi

Biro Akademik dan Umum

SIMPT